Umat Katolik di sebuah kota Prancis menggelar misa di tempat parkir, kebijakan pertama sejak lockdown dilakukan dua bulan lalu.

Ibadah ini digelar di kota Chalons-en-Champagne dengan dimulai oleh pastor yang menggunakan jubah putih dan mengenakan masker hitam pada prosesi.

Umat Katolik yang memadati tempat parkir membunyikan klakson sebagai himne. Uskup lokal, Francois Touver, berdiri di podium depan mobil untuk memimpin misa. Para pastor lalu berkelilingi memberikan komuni.

Hantaman virus corona telah membuat pemerintah diseluruh dunia, termasuk Prancis menerapkan aturan ketat untuk mencegah infeksi dengan salah satunya adalah pembatasan aktivitas.

Umat Katolik Di Sebuah Kota Di Prancis Lakukan Misa Di Tempat Parkir
Umat Katolik Di Sebuah Kota Di Prancis Lakukan Misa Di Tempat Parkir

Pemerintah Prancis memang telah memberikan pelonggaran pada 11 Mei akan tetapi ibadah secara indoor masih tetap dilarang hingga akhir bulan. Uskup Touvet menjelaskan bahwa wabah COVID-19 ini telah membuat umat Katolik seperti umat pada agama lainnya yaitu tidak dapat menggelar ibadah di rumah ibadah.

“Karena itu, kami dengan cepat muncul dengan ide untuk menggelar ibadah secara drive through,” jelas Touvet menjelaskan bagaimana misa ini dapat terjadi.

Uskup Touvet menjelaskan bahwa umat yang datang biasanya berasal dari rumah ataupun apartemen disekitar sana dan masing-masing mereka telah membawa gel alkohol serta mengenakan masker.

Panitia berusaha menerapkan pembatasan sosial dengan jarak antara mobil satu meter dengan setelah memberikan komuni, pastor-pastor tersebut akan langsung mencuci tangannya.

Umat juga dilarang untuk keluar dari mobilnya, mengajak orang dari wilayah lain ke satu mobil dan maksimal penumpang didalam satu mobil adalah empat orang yang sudah termasuk sopir.

Sejauh ini, Prancis melaporkan 1.709.927 kasus COVID-19 dengan 28.239 orang dinyatakan meninggal dunia.

Salah satu umat yang bernama Michelle mengaku senang karena dirinya akhirnya dapat kembali mengikuti misa walaupun hanya dari lahan parkir.

“Memang misa ini ditayangkan di televisi, akan tetapi rasanya berbeda dengan mengikuti ibadah bersama yang lain,” jelasnya.