Korea Utara dan Korea Selatan disebutkan terlibat baku tembak di Zona Demiliterisasi atau DMZ yang memisahkan kedua negara.

Tembakan dari Korea Utara terjadi pada jam 07:41 waktu setempat menghantam pos penjagaan Korea Selatan di kota perbatasan Cheorwon, kata militer Korea Selatan di Seoul.

Dari tembakan tersebut dilaporkan tidak ada korban di pihak Korea Selatan.

Sebagai tanggapan, Korea Selatan menembakkan dua putaran tembakan dan pengumuman peringatan yang merupakan standard protokol yang dimiliki oleh Korea Selatan.

Korea Utara Dan Korea Selatan Terlibat Baku Tembak Di DMZ
Korea Utara Dan Korea Selatan Terlibat Baku Tembak Di DMZ

Sejauh ini, tidak jelas apa yang memicu terjadinya tembakan tersebut. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mencoba menghubungi Korea Utara melalui hotline militer yang mereka miliki untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

Ini adalah kali pertama dalam lima tahun terakhir pasukan Korea Utara menembak langsung Korea Selatan. Insiden terahkhir terjadi ketika seorang pembelot Korea Utara mencoba melintasi garis demarkasi militer ke Korea Selatan pada 5 tahun yang lalu.

DMZ dibentuk setelah Perang Korea yang berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 dengan tujuan menjadi zona penyangga untuk kedua negara. Selama dua tahun terakhir, pemerintah Seoul telah mencoba untuk mengubah perbatasan menjadi zona damai dari zona yang dijaga ketat oleh militer.

Meredakan ketegangan militer di perbatasan adalah salah satu kesepakatan yang dicapai oleh Presiden Korea Selatan yaitu Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara yaitu Kim Jong-un ketika mengadakan pertemuan puncak di Pyongyang pada September 2018 lalu.