Kasus virus corona atau COVID-19 di Singapura telah menembus 15 ribu kasus. Jumlah tersebut tercapai setelah terdapat penambahan kasus sebanyak 690 kasus kemarin.

Berdasarkan data dari situs Singapura online terpercaya milik Kementerian Kesehatan Singapura, total terdapat 15.641 kasus corona baru di Singapura. Lonjakan ini berasal dari klaster dormitori atau asrama yang ditinggali oleh para pekerja asing.

Satu hari sebelumnya, terdapat 660 kasus baru dari klaster ini sedangkan pada komunitas lokal atau warga negara Singapura tersebut masih sangat rendah yaitu 11 orang saja.

Kasus Corona Di Singapura Tertinggi Di ASEAN Tapi Tingkat Kematian Terendah
Kasus Corona Di Singapura Tertinggi Di ASEAN Tapi Tingkat Kematian Terendah

Pemerintah Singapura sendiri sedang melakukan tes virus corona secara massif di lokasi asrama pekerja. Mayoritas pasien positif hanya memiliki gejala penyakit yang ringan seperti demam ataupun flu.

Secara jumlah, kasus di Singapura memang merupakan kasus tertinggi di Asia Tenggara. Hanya saja untuk tingkat kematiannya atau fatalitasnya merupakan yang terendah yaitu 14 orang atau tidak sampai 1 persen.

Persentase kematian di Singapura adalah 0,08 persen. Angka tersebut jauh dibawah Indonesia yang telah mencapai 8 persen. Persentase korban di Indonesia bahkan dapat meningkat jika menambahkan ribuan PDP yang meninggal dengan gejala corona.

Pemerintah Singapura mengungkapkan bahwa penularan di kalangan masyarakat telah turun rata-rata 25 kasus baru per hari menjadi 17 kasus per hari. Untuk penularan di asrama pekerja asing, ada peningkatan dari 18 kasus menjadi 29 kasus.

Kemarin, telah ada 63 pasien corona yang telah dipulangkan oleh pihak rumah sakit di Singapura. Masih terdapat sisa 1.714 kasus yang masih mendapatkan perawatan dengan kondisi stabil dan terus membaik, 22 pasien dirawat intensif dan sisa 12 ribu pasien yang telah diisolasi di berbagai fasilitas kesehatan.