Virus corona COVID-19 menginfeksi 50 orang setiap jam nya di Iran. Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour menyampaikan laporan tersebut melalui sebuah twit di akun Twitternya.

“Tidak hanya menginfeksi 50 orang setiap jam nya, virus ini juga membunuh 1 orang setiap 10 menit di Iran,” tambah Jahanpour.

Terkait hal tersebut, pejabat Iran meminta orang untuk tetap tinggal di rumah. Tujuannya adalah untuk tetap aman dan mencegah penyebaran virus corona COVID-19 tidak meluas lebih jauh.

Virus corona COVID-19 yang bermula dari Wuhan, China pada Desember 2019 telah mempengaruhi ribuan orang di seluruh dunia. Lebih dari 8.000 oran telah meninggal dunia karena terinfeksi virus ini.

Virus Corona Sebabkan 1 Orang Iran Meninggal Setiap 10 Menit
Virus Corona Sebabkan 1 Orang Iran Meninggal Setiap 10 Menit

Per jumat pukul 12.00 WIB, sebanyak 18.361 orang di Iran tercatat positif virus corona dengan korban jika mencapai 1.284 orang dan 5.979 orang dinyatakan sembuh.

Iran telah mengambil langkah untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus yang telah ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO.

Banyak pejabat Iran telah menggarisbawahi dampak dari sanksi AS yang menghambat kedatangan dan pembelian peralatan medis dan obat-obatan untuk sistem perawatan kesehatan Iran.

Sebelumnya, Iran telah menemukan obat yang akan berfungsi untuk menyembuhkan penyakit karena virus corona COVID-19.

Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pengujian obatan buatan dalam negeri telah berhasil mengobati beberapa gejara pada sejumlah kasus COVID-19 dengan kondisi parah.

Pengujian obat imunomodulator yang dikenal dengan nama Actemra pada pasien yang terinfeksi virus corona berhasil memulihkan mereka secara parsial, ungkap Kianush Jahanpur, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran.

Diungkapkannya bahwa gejala tersebut membaik dalam 48 jam setelah pasien dengan virus corona mengonsumsi Actemra. Hasil tersebut ditemukan pada proses pemindaian.