Pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan supaya restoran dan kafe ditutup untuk sementara waktu karena ancaman virus coroka COVID-19. Akan tetapi, beberapa rumah makan tetap buka dengan hanya melayani pembelian makanan siap saji untuk dibawa pulang ataupun pemesanan melalui telepon dan aplikasi.

“Awalnya, saya ragu untuk tetap berjualan karena kebijakannya adalah sektor hotel, restoran dan kafe harus ditutup untuk menghindari berkumpulnya orang didalam satu tempat. Lalu saya dan teman-teman sesama pemilik restoran saling berhubungan melalui telepon dan memutuskan untuk tetap berjualan. Hanya kami tidak mengizinkan konsumen untuk makan di restoran,” jelas Mutty Mashudi, salah satu pemilik restoran Indonesia di Belanda.

Restoran Belanda Tetap Buka Tetapi Tidak Memperbolehkan Konsumen Makan Ditempat
Restoran Belanda Tetap Buka Tetapi Tidak Memperbolehkan Konsumen Makan Ditempat

Restoran yang berada di kota Harderwijk, provinsi Gelderland ini telah dibuka 3 tahun dan memiliki banyak pelanggan terutama orang Indonesia. “Kebanyakan memang orang Indonesia dan Indonesia campuran Belanda. Ada beberapa Belanda yang pernah tinggal Indonesia yang menjadi konsumen kami. Sebelum ada kebijakan ini, setiap malamnya kursi dan meja selalu penuh,” kata Wanita yang berasal dari Purworejo ini.

Walaupun sempat ditutup satu hari, akan tetapi sejak dua hari yang lalu, restoran yang bernama Warung Mashudi ini telah dibuka kembali dan melayani pelanggan. “Usaha kita kan jual makanan, kalau ditutup repot juga. Walaupun pemerintah mengatakan akan memberikan kompensasi untuk pengusaha seperti saya tetapi kan kalau masih diperbolehkan berjualan tentunya akan lebih enak berjualan ,” kata Mutty.

Selama ini, ia dan suaminya melayani pelanggan dengan dibantu oleh dua orang karyawan. Ia menjual berbagai makanan khas Indonesia seperti lemper, pastel dan risoles.

Selama masa pandemik virus corona COVID-19, banyak warga yang memilih untuk tinggal di rumah. Walaupun begitu, Mutty mengaku bahwa omzetnya tidaklah turun. Hanya beralih dari pelanggan yang biasanya makan di tempat, kini harus membawa pulang makanannya.

“Alhamdullilah, sempat berkurang pelanggannya karena disangka kami tutup. Tapi setelah mereka tahu bahwa kami kembali buka, ya kembali lagi seperti sebelumnya.”

Pemerintah Belanda sejak 16 Maret telah mengeluarkan kebijaka supaya masyarakat tidak keluar dari rumah untuk sementara waktu. Sekolah, perpustakaan, museum, kafe dan restoran juga telah diperintahkan untuk ditutup sementara waktu guna mencegah penyebaran virus corona COVID-19.