Arab Saudi membuka kembali Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dua lokasi paling suci untuk umat Islam itu sempat ditutup untuk sementara sebagai bagian dari sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Arab Saudi menutup dua lokasi tersebut untuk jamaah asing dan wisatawan dari sekitar 25 negara untuk membendung penyebaran virus corona.

Kerajaan juga mengatakan warga dan penduduk dari negara Dewan Kerja Sama Teluk yang ingin memasuki kedua kota tersebut harus terlebih dahulu menunggu selama 14 hari setelah kembali dari luar kawasan tersebut.

Sejauh ini, Kerajaan Arab Saudi membenarkan terdapat lima kasus virus corona di wilayahnya. Dari laporan Al-Ekhbariya, belum diketahui bahwa apakah jamaah akan diberikan izin untuk memasuki tempat suci tersebut.

Arab Saud mengumumkan kasus kedua virus corona yang menginfeksi seorang warganya. Hingga 5 Maret, total telah ada 2 pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Arab Saudi membuka Masjidil Haram Dan Masjid Nabawi Setelah Sterilisasi Virus Corona
Arab Saudi membuka Masjidil Haram Dan Masjid Nabawi Setelah Sterilisasi Virus Corona

Dari pernyataan kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menjelaskan bahwa kasus ini muncul bersama dengan kasus pertama virus corona yang menginfeksi seorang warga Arab Saudi yang baru pulang dari Iran melalui Bahrain. Ia juga tidak memberitahu pihak berwenang mengenai alasan kunjungannya ke Iran.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengonfirmasi pasien tersebut menjalani perawatan di ruang isolasi sementara orang yang telah melakuakn kontak dengannya telah menjalani pemeriksaan.

Arab Saudi telah mengambil beberapa langkah antisipasi untuk dapat mencegah wabah virus corona termasuk penangguhan sementara ibadah umrah untuk wargan dan penduduk lokal.

Sebelumnya, Arab Saudi memberlakukan larangan sementara untuk warga asli dan pendatang untuk melakukan umrah di Makkah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus corona.

Dibawah larangan ini, warga negara Arab Saudi dan pendatang yang tinggal di negara kerajaan konservatif dan ingin melakukan perjalanan umrah tidak diizinkan unutk masuk ke situs suci Islam seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pihaknya berupaya untuk membantu para jamaah asing yang masih di Arab Saudi untuk pulang ke negara mereka.

Pekan lalu, Arab Saudi menutup situs paling suci dalam Islam untuk jemaah umrah dari seluruh dunia untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona. Termasuk kunjungan ke Mekah dan Madinah dari negara yang dimana virus tersebut ditemukan.