Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terpaksa meninggalkan panggung pada acara kampanye yang diadakan di Israel Selatan, Rabu 25 Desember 2019 setelah sebuah roket ditembakkan dari Gaza ke kota Ashkelon.

Kejadian ini terjadi tepat sehari sebelum pemimpin Israel berusia 70 tahun ini akan menghadapi tantangan terkait kepemimpinannya dalam Partai Likud.

Setelah dua menit mulai berbicara, Netanyahu dibawa pergi oleh pihak keamanan ditengah kerumuman pendukungnya yang meneriakan “Bibi, Bibi!”

Penyelenggara daria cara ini memberi tahu peserta bahwa ada peringatan merah yang muncul di Ashkelon. peringatan ini merupakan pemberitahuan akan adanya tembakan roket dari Gaza.

Netanyahu Tinggalkan Lokasi Kampanye Setelah Gaza Tembakan Roket Ke Ashkelon
Netanyahu Tinggalkan Lokasi Kampanye Setelah Gaza Tembakan Roket Ke Ashkelon

Menurut Pasukat Pertahanan Israel atau IDF bahwa hanya ada satu roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel dan telah dicegat oleh Iron Dome. 12 menit etelah kondisi dianggap kondusif dan aman, Netanyahu kembali ke panggung untuk melanjutkan orasinya.

Situasi yang sama terjadi sebelum pemilihan pada September lalu.

Netanyahu mengadakan kampanye di Ashdod yang terletak beberapa mil disebelah utara Ashkelon. Ketika itu, sebuah roket ditembakkan ke Israel dari Gaza sehingga memaksa pihak keamanan untuk mengevakuasi sementara Netanyahu dari panggung. Ia kembali beberapa saat kemudian setelah kondisi dianggap aman untuk melanjutkan pidatonya.

Netanyahu menanggapi serangan roket tersebut dengan mengatakan, “Dia yang menembak terakhir kali tidak bersama kita. Siapa pun yang menembak kali ini harus mengepak barangnya.”

Netanyahu merujuk pada komandan Jihad Islam Palestina, Baha Abu Al-Ata yang dituduh oleh Israel sebagai dalang dibelakang serangan roket pada September lalu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket yang ditembakan pada Rabu malam tersebut.