Kejadian mengenaskan menimpa warga yang menginap di Hotel Francis Drake yang berada di pusat kota Minneapolis pada Hari Natal. Kebakaran menyapu gedung hotel pada pagi hari dan menyebabkan sekitar 250 orang kehilangan tempat tinggal mereka pada pagi Natal.

Untungnya kebakaran ini tidaklah menelan korban jiwa ataupun korban luka serius. Para pejabat mengatakan bahwa tiga warga yang mengalami luka ringan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sedangkan beberapa lainnya di rawat langsung di lokasi kejadian karena menghirup terlalu banyak asap kebakaran.

Api disebut muncul dari lantai dua Hotel Francis Drake, sebelum akhirnya menyebar ke lantai tiga dan area loteng dari bangunan yang terbuat dari bata ini.

Kepala Pemadam Kota, John Fruetel mengatakna bahwa penyebab dari api tersebut masih belum diketahui. Ia menambahkan bahwa memperkirakan untuk dapat memadamkan api sepenuhnya, para petugas membutuhakn waktu hingga Kamis.

250 Orang Di Evakuasi Karena Kebakaran Ketika Natal Di Minneapolis
250 Orang Di Evakuasi Karena Kebakaran Ketika Natal Di Minneapolis

“Saya perkirakan bangunan ini akan menjadi kerugian total dari insiden kebakaran ini,” kata asisten kepala pemadam kebakaran, Bryan Tyner.

Dengan suhu berada tepat di atas titik beku, pihak kota saat ini sedangkan menyediakan bus transit untuk para pengungsi sehingga daapt berlindung untuk keadaan darurat dan mendapatkan kehangatan.

Walikota Jacob Frey menjelaskan bahwa petugas kota bekerja dengan Palang Merah Amerika serta pihak berwenang lainnya untuk dapat menyediakan makanan, tempat tinggal sementara, pakaian dan kebutuhan lainnya bagi para korban.

Salah satu orang yang menginap di Drake Hotel, Jason Vandenboom mendatakan bahwa dirinya dibangunkan oleh istrinya ketika mendengar alarm kebakaran berbunyi. Ia lalu keluar dari unit mereka dan melihat seorang pria turun ke lorong sambil menggedor pintu mengatakan bahwa ada api dan mereka harus keluar dari gedung tersebut.

Francis Drake di dirikan pada tahun 1962 dan pada awalnya menjadi hotel mewah sebelum akhirnya dijadiakn sebagai bagian unit perumahan sementara untuk menampung keluarga tunawisma dan penginapan sementara bagi para penduduk yang tidak memiliki rumah permanen di Minnesota.